Tips Memotret Sunrise dan Sunset

Saturday, September 29th, 2012 - Landscape, Sunrise, Sunset
Advertisement

Tips memotret sebelumnya sudah dibahas tentang tips fotografi landscape, kali ini akan mengulas tips memotret foto sunset dan sunrise agar terlihat lebih hidup. Dalam fotografi landscape, sunset dan sunrise adalah waktu yang umumnya ditunggu-tunggu untuk memotret. Ada istilah yang mengatakan, seseorang belum bisa disebut fotografer landscape, jika belum memotret Sunrise atau Sunset :).

ADVERTISERS

Ada yang bilang juga, cara memotret sunset/sunrise merupakan salah satu yang harus dipelajari dan dilakukan jika sedang serius mempelajari fotografi. Karena jika Anda sudah dapat memotret suasana sunset atau sunrise dengan baik, setidaknya ada kepuasan tersendiri sudah dapat melampaui ‘tahapan wajib’ dalam pelajaran fotografi dasar.

Namun jika Anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, mari kita simak tips memotret sunset dan sunrise agar dapat hasil yang optimal berikut ini :

Contoh Foto Sunset dan Sunrise

credit foto : nationalgeographic

Tips/Cara Memotret Foto Sunset dan Sunrise

1. Riset Lokasi

Sebelum mendatangi lokasi untuk memotret sunset atau sunrise, ada baiknya menari informasi mengenai lokasi tersebut. Bagaimana menuju ke sana, apa saja yang perlu dipersiapkan, bagaimana kondisi di lokasi. Jangan sampai sudah jauh-jauh datang ternyata tidak mendapatkan sunset ataupun sunrise 🙁 .

2. Cari Referensi

Setelah mendapatkan informasi lokasi memotret sunrise atau sunset, perlu juga mencari referensi foto-foto apa saja yang sudah pernah diambil oleh fotografer lain. Bukan soal meniru, namun sebaliknya. Harapan dengan mencari referensi agar jangan sampai foto kita mempunyai kemiripan, ambil dari sudut dan angle yang berbeda.

3. Berangkat Lebih Awal

Datang lebih awal untuk persiapan serta menentukan spot di mana Anda akan memotret, mengingat momen sunset atau sunrise tidak berlangsung lama. Golden hours adalah saat 1-2 jam sebelum matahari terbenam (sunset) hingga 30 menit sebelum matahari terbenam, dan 1-3 jam sejak matahari terbit, dimana “golden light” atau sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object. Blue hours adalah beberapa saat, biasanya hingga 20-30 menit setelah matahari terbenam (sunset), dimana matahari sudah tebenam, tapi langit belum gelap hitam pekat. Pada saat ini langit akan berwarna biru.

4. Gunakan Tripod dan Kabel Release

Karena momen sunrise atau sunset adalah saat dimana bumi sudah minim akan cahaya matahari, makan harus menggunakan kecepatan rana yang rendah/mabat untuk mendapatkan exposure yang tepat. Maka gunakanlah tripod dan kabel release (jika ada), untuk membantu mengurangi getaran. Sekedar tips jika tidak memiliki kabel release bisa memanfaatkan shutter timer kamera.

5. Tentukan Objek Foto untuk Foreground

Meski tujuan utama adalah memotret sunset/sunrise, namun jangan lupa memberikan tambahan foreground agar foto anda lebih berdimensi. Macam foreground untuk sunset/sunrise bisa dalam dalam bentuk orang, pohon, rumah, kapal perahu, ataupun yang lain. Jika FG tidak ingin dijadikan foto siluet, gunakan flash untuk memberikan cahaya pada objek FG nya. Caranya metering ke sekitar matahari, fokus ke foreground dan jepret 🙂 .

6. Gunakan Filter

Filter sangat berguna untuk membuat efek-efek gradasi cahaya yang lebih bagus saat memotret sunrise ataupun sunset. Dengan menggunakan filter ND, GND ataupun CPL dan lainnya, Anda akan mendapatkan efek gradasi yang lebih dramatis.

7. Gunakan Lensa Tele atau Lensa Wide

Memotret sunset atau sunrise menggunakan lensa wide/sudut lebar (wide angel) merupakan hal yang biasa, tetapi jangan hanya terpaku pada lensa itu. Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele. Agar mendapatkan detail dari mataharinya.

8. Gunakan White Balance Cloudy

Seperti pada artikel tips memotret tentang Definisi dan Cara Setting White Balance telah dijelaskan, preset WB cloudy bermanfaat jika kita memotret cuaca mendung dan saat pagi hari atau senja hari. Dengan setingan white balance cloudy, bisa menambah dan memperkuat warna kuning kecoklatan pada warna matahari.

9. Gunakan Spot Metering

Untuk mendapatkan foto sunset atau sunrise yang bagus dengan exposure yang tepat, gunakan mode metering spot atau mode sunset scene jika Anda menggunakan kamera saku untuk memotret sunset/sunrise. Baca juga artikel Memahami Fungsi Metering Kamera Digital. Lakukan metering di sekitar matahari dan jangan tepat di mataharinya.

10. Buatlah Foto Siluet

Foto siluet masih menjadi daya tarik dijadikan foreground/FG pada foto sunrise atau sunset. Karena foto siluet dapat memberikan cerita sendiri pada foto tersebut. Jadi jangan hanya terpaku pada pemandangan langit sunset dan sunrise saja. Cara memotret siluet cukup mudah, arahkan metering kamera ke cahaya yang paling terang (sekitar matahari) kemudian arahkan fokus pada obyek yang akan dijadikan siluet bisa berupa manusia atau apapun yang ada di dekat Anda. Jangan lupa konsep Rule of Third ya :).

11. Perhatikan Matahari

Jangan sampai terlena dengan obrolan bersama teman misalnya, perhatikan kapan saat sunset atau sunrise tiba. Jika sudah tiba, jangan berhenti untuk memotret dan jangan lewatkan momennya. Dan juga jangan buru-buru untuk mengemas kamera jika matahari sudah melewati garis horizon. Karena cahaya sunset saat matahari baru tenggelam alam akan mengeluarkan cahaya yang indah. Dan begitu juga saat pagi hari/sunrise, cahaya saat matahari belum kelihatan juga mengeluarkan cahaya dan warna indah.

12. Berdoalah

Seperti pada artikel tips fotografi landscape, 90% butuh waktu dan tempat yang tepat. Begitu juga dengan memotret sunrise dan sunset butuh kesabaran dan keberuntungan, sudah jauh-jauh datang tiba-tiba datang hujan apa mau dikata ? :).

Nah 12 tips memotret foto sunrise dan sunset ini bisa anda padukan dengan tips memotret landscape juga. Ok teori sudah, sekarang saatnya kita praktek. Selamat Mencoba.

Advertisement
Tips Memotret Sunrise dan Sunset | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net