Tips Memotret Slow Speed Agar Lebih Dinamis

Wednesday, October 3rd, 2012 - Landscape
Advertisement

Tips memotret slow speed atau SS adalah memotret dengan cara menggunakan shutter speed yang rendah (nilai besar). Dengan menggunakan teknis slow speed akan mendapatkan foto yang memiliki kesan lebih dinamis. Pada artikel memahami shutter speed disebutkan, slow speed digunakan pada kondisi kurang cahaya, karena shutter dibuka lebih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yang kita inginkan.

Contoh Foto Slow Speed Air Terjun

ADVERTISERS

Namun dalam fotografi, selain digunakan dikondisi kurang cahaya, teknis slow speed juga bisa digunakan untuk memberikan kesan dinamis di beberapa obyek yang bergerak, misalnya air terjun, ombak air laut, pergerakan bintang dimalam hari dan lain-lain. Pada artikel kali ini akan diberikan tips-tips memotret dengan teknis slow speed pada obyek bergerak seperti ait terjun dan lainnya tersebut.

Hal yang perlu dipahami saat memotret obyek bergerak seperti air, baik itu di laut, di danau maupun air terjun, harus ada sedikit perhitungan yg harus dilakukan untuk mendapatkan foto sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya kita ingin memotret slow speed air terjun dan kita juga ingin memasukkan batu sebagai foreground di dalam hasilnya. Artinya kita ingin mendapatkan area tajam/DOF yang lebar. Maka disarankan menggunakan setingan apperture/bukaan diafragma kecil antara F16 sampai F22.

Contoh Foto Slow Speed Ombak Air Laut

Kemudian exposure time atau shutter speed juga harus diperhitungkan seperti apa hasil foto yang kita inginkan. Semakin deras air terjunnya semakin sedikit juga waktu yang kita butuhkan untuk membuat air terjun menjadi halus. Jika kita masih ingin memperlihatkan batu-batu di bawah air kelihatan detailnya, maka shutter speed 1-3 detik sudah cukup. Karena jika semakin lama shutter speednya, akan membuat air semakin halus dan akan mengaburkan batu-batu yang ada di bawah permukaan air.

Ok berikut ini akan kamis sharing beberapa tips cara memotret slow speed air terjun, ombak air laut dan lainnya yang mesti diperhatikan sebelumnya, jika Anda memiliki tambahan silahkan tambahkan di form komentar ya.

Tips Memotret Dengan Teknis Slow Speed

Contoh Foto Slow Speed Pantai1. Tripod dan Kabel/Remote Release : tripod adalah wajib hukumnya saat ingin memotret dengan menggunakan teknis exposure time yang lama atau dikenal dengan slow speed. Dengan tripod kita bisa mengurangi gerakan pada kamera yang mengakibatkan hasil foto jadi blur. Jika tidak memiliki cable release kita bisa memanfaatkan fitur shutter timer pada kamera digital kita.

2. Waktu : waktu yang tepat memotret slow speed adalah sama seperti memotret landscape pagi hari atau sore hari saat cahaya belum terlalu kuat.

3. Mode Manual atau Aperture Priority : Jika anda sudah memahami teknik segitiga exposure mode manual adalah sebagai pilihan. Jika Anda tidak mau pusing mode aperture priority (A/AV) adalah pilihan yang tepat. Seting aperture kamera sesuai ketajaman/DOF yang kita inginkan. F5.6 hingga F11 atau F 16 hingga F22 menjadi pilihan jika ingin mendapatkan DOF yang selebar-lebarnya.

4. Shutter Speed : Semakin lama setingan shutter speed, semakin halus efek air terjunnya, namun detail dibalik air akan hilang. Karena speed maksimum kamera umumnya hanya sampai 30 detik, maka jika Anda ingin membutuhkan waktu lebih dari itu, gunakan setingan BULB (B) namun perlu remote/kabel release.

5. ISO : Gunakan setingan ISO sekecil mungkin untuk mendapatkan shutter speed yang lambat. Juga mempertahakan foto agar lebih tajam dan terhindar dari NOISE.

Contoh Slow Speed Ombak Air Laut6. Filter : Dalam memotret slow speed, pada umumnya menggunakan filter untuk mengurangi cahaya yang masuk. Penggunaan filter tanpa tujuan yang jelas harus dihindari. Karena setiap penambahan filter di depan lensa akan semakin menurunkan kualitar foto kita. Beberapa jenis filter yang biasa digunakan : CPL, GND, ND.

7. Komposisi : Nah masih ingat artikel tentang unsur/elemen penting dalam fotografi ? gabungkan teknis memotret landscape dan Rule of Third saat memotret slow speed ombak air laut atau air terjun untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

8. Latihan : Tidak ada yang instan di dunia ini selain mie. Maka sering-seringlah latihan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan melihat website galeri foto untuk mencari inspirasi (bukan untuk meniru).

Tips memotret slow speed ini bisa Anda kombinasikan dengan tips memotret landscape pada artikel fotografi sebelumnya agar hasil foto slow speednya lebih menawan. Selamat Mencoba !

Advertisement
Tips Memotret Slow Speed Agar Lebih Dinamis | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net