Tips Memotret Foto Jurnalistik

Friday, November 9th, 2012 - Jurnalistik
Advertisement

Sebelumnya sudah kami tulis tentang artikel definisi foto jurnalistik. Sekarang saatnya menulis cara tips memotret foto jurnalistik yang baik. Fotografi jurnalistik jelas berbeda dengan bidang fotografi lainnya. Ada beberapa elemen yang harus dipenuhi dalam sebuah foto untuk bisa dikategorikan sebagai foto jurnalistik.

Tips Memotret Foto Jurnalistik

ADVERTISERS

Pada artikel definisi foto jurnalis sebelumnya disebutkan, dalam foto jurnalis dikenal metode EDFAT (Entire, Details, Frame, Angle, Time). Sebelum melajutkan alangkah baiknya mengulas apa itu EDFAT.

  • Entire (keseluruhan), ambil gambar keseluruhan lingkungan termasuk manusianya. Cara ini dianggap banyak fotografer jurnalistik baik untuk mengenalkan subyek foto dan lingkungannya kepada para pembaca.
  • Details (kerincian), bergeraklah maju mendekati obyek untuk melihat lebih detail, ajak subyek untuk berinteraksi, perhatikan mata, rambut, apa yang dia pakai. Ambil visual yang kuat sebagai ciri khusus dari subyek dan atur komposisi yang bagus.
  • Frame (bingkai), aturlah melalui viewfinder komposisi yang enak dilihat dengan memperhatikan elemen disekeliling subyek baik background maupun foreground .
  • Angle (sudut pengambilan), atur sudut pengambilan dari berbagai sudut, bisa dari atas, bawah, dekat atau jauh, samping kiri atau kanan subyek.
  • Time (waktu), ambil kesempatan secepatnya jangan menunda waktu, karena bisa saja peristiwa tersebut tidak terulang lagi, atau kesempatan ini akan diambil orang lain. Dalam bahasa fotografi cara ini biasa disebut momment in time yang tepat.

Belajar foto jurnalis itu lebih enak dari pengalaman fotografer jurnalis lainnya yang lebih dahulu menekuninya. Sebut saja Damir Sagolj seorang fotografer Reuters yang berdomisili di Bangkok. Dalam suatu kesempatan Dia membagikan 7 tips dalam fotografi jurnalistik. Simak berikut ini,

7 Tips Dalam Fotografi Jurnalistik

1. Antisipasi
Damir menuturkan bahwa kita harus lebih sering motret sebelum berada di lapangan dengan situasi yang sebenarnya, sehingga kita tidak akan dibingungkan dengan setting kamera dan hanya fokus untuk mendapatkan momen.

2. Penelitian
Point ini berkaitan dengan cerita yang kita bangun. Apabila akan mengunjungi suatu negara yang belum pernah kita kunjungi, maka penelitian jauh-jauh hari menjadi penting. Kita harus mengetahui semuanya tentang negara tujuan, terutama isu apa saja yang bakal kita angkat di masa mendatang.

3. Reach Out
Kita harus mempunyai banyak teman dan koneksi saat di negara yang belum pernah kita kunjungi. Damir menjelaskan bahwa kita harus merangkul dan berteman (sebanyak mungkin) dengan orang-orang lokal seperti pengemudi, penterjemah, fixer, karena kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

4. Prioritas
Saat berada di lapangan, Damir mengungkapkan bahwa kita harus mengetahui apa prioritas yang harus di foto, karena tidak mungkin semuanya kita foto sekaligus. Mengerti ambisi diri sendiri, mengerti kekuatan kita ada dimana, diskusi dengan tim, lalu kita fokuskan cerita apa yang akan kita angkat.

5. Latihan
Bagi Damir latihan menguasai kamera dan tahu bagaimana cara memaksimalkan kamera yang kita tahu (kita punya) adalah hal paling penting, daripada menggunakan kamera dengan tekologi terkini namun kurang nyaman menggunakannya.

6. Bergaul
Damir mengungkapkan bahwa meluangkanlah waktu senggang bercengkrama dengan orang-orang lokal, daripada melihat dan mereview hasil foto di malam hari atau di waktu senggang.

7. Tak terlihat
Sebisa mungkin Damir menjadi fotografer yang tak terlihat atau invisible. Damir mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan mulai memotret dahulu saat berada di lokasi.

Dasar Foto Jurnalistik

Dalam buku “Photojournalism, The Visual Approach” karya Frank P Hoy menyebutkan ada tiga hal yang baik sebagai dasar seseorang yang akan memilih berkecimpung menjadi wartawan foto, yaitu:

  1. Snapshot (pemotretan sekejap), adalah pemotretan yang dilakukan dengan cepat karena melihat suatu momen atau aspek menarik. Pemotretan ini dilakukan dengan spontan dan reflek yang kuat. Jenjang pertama ini masih menyangkut pendekatan yang lebih pribadi.
  2. Fotografi sebagai hobi. Dalam tahapan ini fotografer mulai menekankan faktor eksperimen dalam pemotretannya, tidak hanya sekedar melakukan snapshot saja. Dalam tahap ini biasanya fotografer mulai tertarik lebih jauh pada hal-hal yang menyangkut fotografi.
  3. Art photography (fotografi seni), suatu jenjang yang lebih serius. Berbagai subyek pemotretan dilihat dengan interpretasi yang luas. Ekspresi subyektif terlihat dalam karya-karya pada tahapan ini. Kejelian, improvisasi, kreasi dan kepekaan terhadap subyek menjadi basis pada jenjang ini.

Setelah memahami metode tips dasar fotografi jurnalistik, sebaiknya perlu untuk mencoba mempraktekkan langsung. Seperti kata bijak berikut ini “Bertebaranlah di muka bumi agar ilmu yang didapat tidak menguap begitu saja”. Untuk bekal dalam berburu foto jurnalistik, berikut kami berikan beberapa tips untuk memotret jurnalistik :

Tips Memotret Foto Jurnalistik

  • Buat strategi 5W (what, when, where, who, why), lengkapi dengan riset dan konsisten.
  • Why Should I Care? Kenapa saya peduli dengan apa yang akan menjadi subyek foto saya?
  • Kuasai Subyek sebelumnya, bisa datang dulu ke rumahnya ngobrol dan ajak berinteraksi, sehingga ketika kita memotret mereka tidak akan terganggu.
  • Cari sudut pandang yang berbeda dari fotografer yang pernah ada, hindari pengulangan, dan gambar-gambar yang standart. Mulailah mencari sudut pengambilan ciri khas Anda.
  • Hati-hati dengan elemen di sekelilingnya, pilihan lensa dan diafragma akan sangat berpengaruh.
  • Lihat lebih detail apa yang menempel pada subyek. Detail bisa jadi simbol informasi.
  • Hati-hati dengan ekspresi subyek, jangan sampai orang salah menginterpretasi antara menangis atau ketawa.

Hal terpenting dari fotografi jurnalistik adalah nilai-nilai kejujuran yang selalu didasarkan pada fakta obyektif semata. Foto jurnalistik sebenarnya adalah karya foto “biasa” tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang “layak” untuk diketahui orang banyak dan disebarluaskan lewat media massa.

Foto jurnalistik mempunyai daya jangkau yang sangat luas. Dia mampu menyusupi seluruh fase intelektual hidup kita, membawa pengaruh besar atas pemikiran dan pembentukan pendapat publik. Semoga artikel tips foto jurnalistik ini berguna, dan Selamat Memotret !

Advertisement
Tips Memotret Foto Jurnalistik | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net