Tips Memahami dan Belajar Fotografi HDR

Tuesday, February 26th, 2013 - Tips Dan Trik
Advertisement

Istilah HDR dalam fotografi adalah kependekan dari High Dynamic Range. Secara umum, HDR sudah lazim dipakai dan dimengerti mayoritas penghobi fotografi. Namun apa sebenarnya HDR dalam fotografi itu ? Simak artikel memahami tips-tips fotografi HDR berikut ini.

Contoh Foto HDR contoh foto HDR oleh sprengben

ADVERTISERS

Dynamic Range adalah rentang kemampuan sebuah kamera merekan tingkat kontras. Seperti kita ketahui, di alam ada kecerahan yang bertingkat-tingkat, dari matahari yang sangat terang sampai kolong tempat tidur yang gelap total.

Dalam tingkat yang lebih rendah, tingkat kecerahan bisa dilihat dari langit cerah sampai bayangan di bawah pohon. Mata manusia normal bisa melihat detail awan di langit yang cerah, lalu mata manusia juga dengan mudah melihat aneka detail benda yang ada di bawah bayangan pohon. Mata manusia mudah menyesuaikan diri.

Tetapi tidak dengan kemara. Anda tidak mungkin memotret sebuah pemandangan yang mengandung langit cerah dan bayangan bisa tampak semua detail di kedua bagian itu. Kalau langitnya terukur dengan pas, pasti di bawah bayangan pohon hanya terekam hitam. Sebaliknya, kalau bayangan di bawah pohon terekam dengan baik, bisa dipastikan langitnya terekam putih total.

Maka yang disebut fotografi HDR adalah fotografi yang bisa merekam rentang dinamik selebar mungkin dengan berbagai cara. Dalam fotografi HDR (High Dynamic Range) adalah foto yang diperoleh dengan mengkombinasikan beberapa foto dengan tone yang bervariasi sehingga menghasilkan satu foto yang memiliki rentang tonal melebihi kemampuan asli kamera.

Dari sini bisa kita menarik kesimpulan, bahwa yang dimaksud foto HDR itu adalah foto yang bisa menampilkan detail antara area gelap dan area terang yang kontrasnya tinggi, minimal mendekati (karena tidak mungkin menyamai) apa yang bisa ditangkap oleh mata kita. Berikut tips sederhana memotret foto High Dynamics Range atau HDR.

Tips Fotografi HDR

    1. Karena kita akan mengggabungkan beberapa foto sekaligus, gunakan tripod supaya hasil fotonya tajam dan tidak berbayang.
    2. Jangan mengganti nilai aperture dalam satu seri pemotretan HDR untuk sebuah obyek. Set kamera di mode aperture priority (A atau Av), dengan mode ini kita memilih aperture dan kamera-lah yang menentukan shutter speed.
    3. Set fokus pada posisi manual focusing. Cobalah beberapa jepret untuk menentukan fokus di mode autofocus, setelah kita tentukan fokusnya, gantilah focusing ke mode manual
    4. Gunakan matrix metering atau evaluative metering dimana kamera akan mengukur semua elemen dalam obyek foto sebelum menentukan berapa besaran eksposur yang dibutuhkan. Baca Panduan Metering Kamera Digital
    5. Set automatic bracketing pada kamera untuk menghasilkan 3, 5 atau 7 buah foto dengan shutter speed bervariasi, silahkan dilihat manual kamera digital masing-masing. Dengan menggunakan fitur bracketing, kamera akan secara otomatis menaik-turunkan nilai eksposur (stop) dengan sangat cepat.

Setelah pemotretan selesai satukan foto-foto tersebut menggunakan software membuat foto HDR seperti Photomatix ataupun photoshop. Bagaimanapun HDR adalah sebuah kemajuan dalam fotografi. Manusia ingin merekam apa yang dia lihat, bagaimanapun caranya membuat foto HDR dan seperti apapun hasilnya. Semoga tips fotografi HDR ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba !

Advertisement
Tips Memahami dan Belajar Fotografi HDR | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net