Memahami Istilah Kecepatan Rana atau Shutter Speed dalam Fotografi

Wednesday, September 12th, 2012 - Artikel
Advertisement

Pernah mendengar istilah fotografi shutter speed atau kecepatan rana ? artikel fotografi kali akan membahas apa itu shutter speed ataupun kecepatan rana pada fotografi. Shutter adalah semacam pintu penutup sensor pada kamera digital. Pada saat kita mengambil gambar, shutter akan membuka selama beberapa waktu sehingga sensor kamera akan merekam cahaya yang masuk melalui lensa.

Berapa lamanya shutter terbuka inilah yang dinamakan sebagai shutter speed atau kecepatan rana. Nah logikanya, semakin lama shutter ini terbuka, semakin banyak juga cahaya yang kerekam oleh sensor kamera. Begitu juga sebaliknya jika shutter semakin cepat menutup maka semakin sedikit pula cahaya yang terekam sensor kamera.

ADVERTISERS

Gambar ilustrasi shutter speed :

gambar ilustrasi shutter speed

Satuan shuuter speed atau kecepatan rana sampai saat ini masih menggunakan satuan detik. Berikut contoh nilai shutter speed pada kamera digital.

(nilai besar) Bulb , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/8000 (nilai rendah)

1/2 lebih cepat dari pada 1s. Artinya semakin 1/… lebih besar berarti lebih cepat juga kecepatan rana yang didapatkan. Pada beberapa kamera digital yang baru , kecepatannya bisa lebih dari angka di atas, sehingga bisa menangkap gerakan peluru melesat misalnya.

Lalu kapan menggunakan shuttter speed yang cepat ataupun lambat ? OK, sebelumnya kami perkenalkan dulu dua istilah fotografi yang akan selalu berhubungan dengan shutter speed/kecepatan rana yaitu “Slow Shutter Speed dan High Shutter Speed”. Baiklah mari kita bahas satu persatu.

1. Slow Shutter Speed

Teknik slow shutter speed bisa disebut dengan istilah SS. Ditandai dengan nilai besar maka akan mendapatkan kecepatan rana yang rendah/lambat. Saat menggunakan teknis ini, sangat disarankan Anda menggunakan tripod atau alat penyangga kamera lainnya. Dengan teknik slow shutter speed ini, shutter akan dibuka lebih lama supaya kamera bisa mendapatkan cahaya yang sebanyak-sebanyaknya sampai menghasilkan gambar yang Anda inginkan.

Kapan menggunakan teknis slow speed ? kapan saja. Karena dengan menggunakan teknis SS ini, berbagai macam efek foto yang beragam. Misal digunakan jika malam hari untuk memotret jalan raya yang dilalui kendaran bersliweran. Dengan teknis slow shutter speed tersebut akan mendapatkan efek jalur cahaya/lightrail. Dengan efek sperti itu, seakan lampu-lampu mobil menyatu dan memanjang seolah seperti bayangan.

Slow shutter speed

Contoh penggunaan slow speed saat memotret air yang mengalir misal di air terjun. Makan Anda akan mendapatkan foto dengan efek dinamis. Gerakan air menjadi seperti kapas dengan efek yang memukau.

Slow shutter speed Air Terjun

Di level slow speed shutter, ada juga istilah BULB. Jika menggunakan teknis ini, maka berapa lamanya shutter terbuka itu akan tergantung kemauan kita. Mau berapa menit, berapa jam ? dengan teknis bulb bisa mengabulkan permintaan anda. Segelap apapun suasananya, dengan bulb anda masih bisa menghasilkan gambar bagus.

Lalu kapan teknis bulb digunakan ? Pernah melihat foto pergerakan bintang-bintang di langit ? nah, untuk mendapatkan foto startrail anda bisa menggunakan teknis bulb.

Contoh star trail dengan bulb

Tripod dan slow shutter speed adalah dua hal yang selalu bergandengan sperti sandal jepit :). Menggunakan teknis slow speed multak hukumnya untuk menggunakan tripod. Dengan menggunakan besi berkaki tiga ini, mampu membuang efek goyangan kamera yang mengakibatkan hasil foto blur. Selain tripod, Anda juga bisa menggunakan media seperti pasir atau kacang-kacangan untuk menahan kamera agar tidak gerak saat shutter terbuka.

2. High Shutter Speed

Teknis high shutter speed ditandai dengan nilai yang rendah dan mendapatkan kecepatan rana yang cepat. Dengan teknis ini Anda bisa menangkap momen yang terjadi. Misal orang berlari, dengan kecepatan rana yang cepat maka kamera mampu menghasilkan gambar tepat diposisi dimana kita menekan tombol shutter kamera.

Teknis ini biasanya digunakan untuk pemotretan sport, satwa dan objek yang memiliki gerakan cepat lainnya. Dengan high shutter speed biasanya fotografer mengusahakan dirinya agar tidak tertinggal momen-momen menarik.

Contoh Foto High Shutter Speed

Kebalikan dengan teknis slow shutter speed, tripod tidak diperlukan lagi saat menggunakan teknis high shutter speed. Namun jika anda merasa berat mengangkat kamera, monopod bisa anda gunakan.

Shutter speed atau kecepatan rana akan selalu berkaitan dengan aperture. Seperti artikel sebelumnya tentang Memahami Definisi Aperture Secara Detail, aperture adalah seberapa lebar diafragma lensa terbuka. Dalam fotografi kita mengenal istilah EXPOSURE, yaitu kemampuan kamera mengumpulkan cahaya yang masuk.

Exposure sendiri akan selalu berkaitan dengan shutter speed, aperture/bukaan diafragma serta dengan ISO. Tunggu artikel tentang exposure sedang kami siapkan.

Okeh, semoga tulisan kami tentang Memahami Istilah Kecepatan Rana atau Shutter Speed dalam Fotografi ini bisa berguna bagi Anda yang baru mengenal fotografi. Motret itu menyenangkan, makanya jangan dibuat susah.

Advertisement
Memahami Istilah Kecepatan Rana atau Shutter Speed dalam Fotografi | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net