Berbagai Teknik Pencahayaan Fotografi untuk Studio

Berbagai Teknik Pencahayaan Fotografi untuk Studio Oleh Lensa Kita on . Tentang Berbagai Teknik Pencahayaan Fotografi untuk Studio

Pemicu artikel tentang teknik lighting studio ini bermula dari pertanyaan pembaca yang menanyakan tentang cara mengatur pencahayaan fotografi untuk studio. Dalam email yang masuk inbox kami, ia juga menjelaskan bahwa hasil foto studionya seperti foto KTP yang hanya memperlihatkan kejelasan dari objek. Baiklah, meski penulis sendiri jarang sekali melakukan pemotretan di stduio, … Continue reading

Rating: 5

Pemicu artikel tentang teknik lighting studio ini bermula dari pertanyaan pembaca yang menanyakan tentang cara mengatur pencahayaan fotografi untuk studio. Dalam email yang masuk inbox kami, ia juga menjelaskan bahwa hasil foto studionya seperti foto KTP yang hanya memperlihatkan kejelasan dari objek.

Baiklah, meski penulis sendiri jarang sekali melakukan pemotretan di stduio, tapi akan berusaha menyampaikan sesuai pengalaman saat motret menggunakan lighting studio. Kalau sebelumnya sudah dituliskan tentang teknik dasar lighting fotografi, itu sebagai modal dasar kita selanjutnya. Lebih baik baca dahulu artikel tersebut sebelum membaca artikel ini.

Teknik lighting studio sebagai salah satu teknik fotografi yang banyak diminati oleh fotografer pemula. Namun tidak jarang juga setelah melihat hasil fotonya, mereka belum memahami teknik pencahayaan itu sendiri. Salah satu tugas kita saat menggunakan lighting studio adalah mampu mengontrol kerasnya cahaya serta lebih mampu menekan masalah area, seperti wajah yang sempit atau wajah bulat.

Karena jika pencahayaan yang salah akan menekankan fitur ini dan tidak akan bagus untuk subjek Anda. Pencahayaan yang tepat akan membuat subjek Anda senang. Ada empat teknik/gaya utama teknik pencahayaan fotografi studio yang perlu kita ketahui.

4 Teknik Pencahayaan Fotografi Studio

1. Pencahayaan lebar

teknik Broad Lighting

Pencahayaan lebar yang biasa disebut sebagai teknik Broad Lighting adalah teknik pencahayaan yang biasa digunakan untuk perbaikan. Lighting akan diposisikan sedemikian rupa untuk menerangi bagian sisi objek misalnya model yang menghadap kamera. Teknik pencahayaan lebar ini biasa digunakan saat ingin membentuk wajah agar terlihat kurus, ataupun wajah sempit tampak lebih lebar.

2. Pencahayaan pendek

teknik Short Lighting

Biasa disebut dengan teknik Short Lighting yang sering digunakan untuk memotret wajah yang oval. Lighting diseting untuk menerangi sisi wajah objek  yang berpaling dari kamera. Teknik pencahayaan pendek menekankan kontur wajah lebih dari pencahayaan lebar atau broad lighting. Gaya ini dapat diadaptasi untuk tampilan “kuat” atau “lemah” dengan menggunakan cahaya yang lemah. Pencahayaan pendek memiliki efek penyempitan, itu sangat bagus untuk digunakan dengan subjek yang memiliki wajah bulat atau sangat gemuk.

3. Butterfly Lighting

teknik Butterfly Lighting

Butterfly Lighting ini dicapai dengan menempatkan lampu utama tepat di depan wajah subjek dan menyesuaikan tinggi untuk menciptakan bayangan langsung di bawah, dan sejalan dengan hidung. Gaya ini sangat cocok untuk subjek yang memiliki wajah oval dan dianggap gaya pencahayaan glamor dan paling cocok untuk wanita. Hal ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada pria atau mereka yang berambut pendek, karena memiliki kecenderungan untuk menyoroti telinga – menciptakan efek yang tidak diinginkan.

4. Rembrandt Lighting

Teknik Rembrandt Lighting

Teknik Rembrandt lighting diperoleh dengan menggabungkan pencahayaan pendek dan Butterfly Lighting. Lampu utama diposisikan tinggi dan di sisi wajah yang jauh dari kamera. Teknik ini menghasilkan segitiga yang diterangi di pipi paling dekat dengan kamera. Segitiga yang diterangi hanya di bawah mata dan tidak di bawah hidung.

Cahaya yang seperti apa yang diharapkan dalam sebuah pemotretan sebetulnya sangat bergantung pada kesan apa yang ingin ditimbulkan dan bagaimana komposisi yang diharapkan dari cahaya dan bayangan dalam foto.
Untuk awal, yang harus diperhatikan dari cahaya adalah:

  1. Intensitas, seberapa kuat cahaya tersebut. Cahaya yang sangat kuat akan menimbulkan bayangan yang jelas (harsh) sedangkan cahaya yang lemah akan menimbulkan bayangan yang lembut (soft). Pada pemotretan di luar ruang, cahaya alami (matahari) akan tersedia sejak terbit matahari (skitar 05.00) hingga senja (sekitar 18.00), adapun cahaya dengan intensitas tinggi akan diperoleh pada 09.00-15.00.
  2. Arah datang cahaya, ini akan berpenguh pada metering dan komposisi hilight & shadow pada obyek. Arah datang cahaya secara jelas akan mempengaruhi arah dan ukuran bayangan. Pada pemotretan model, arah datangnya cahaya juga memperngaruhi ekspresi model.
  3. Spektrum, atau banyaknya ‘warna’ yang terkandung dalam cahaya. Cahaya matahari yang berwarna putih kekuningan sebetulnya merupakan gabungan dari banyak spektrum warna, beberapa di antaranya mungkin anda ingat sebagai jajaran warna pelangi mejikuhibniu, tapi sebetulnya spektrum cahaya matahari lebih luas dari itu

Mudah-mudahan sedikit tulisan artikel tentang teknik pencahayaan/lighting fotografi studio ini bisa dipahami. Selamat mencoba