Apa Saja Yang Boleh Dan Tidak Boleh Di Fotografi Pernikahan

Sunday, June 30th, 2013 - Tips Dan Trik
Advertisement

Dalam artikel fotografi apa saja yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam fotografi pernikahan ini adalah sebagai lanjutan artikel tips foto pernikahan untuk pemula yang sudah kami publish sebelumnya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang Do’s & Don’ts untuk Wedding photography itu sendiri.

Sebagian orang menganggap bahwa foto pernikahan hanya urusan kegembiraan, bawa kamera, jepret sana, jepret sini, lakukan saja dan karena mereka hanya melakukannya untuk keluarga atau teman. Namun berbeda jika foto pernikahan dijadikan sebagai urusan fotografi profesional, foto pernikahan kadang dapat menjadi urusan yang sulit untuk mengambil moment karena ada kesibukan serta berbagai kondisi pencahayaan, belum lagi berurusan dengan pasangan pengantin yang sedang gugup karena ingin segalanya menjadi sempurna.

ADVERTISERS

Tugas fotografer dalam pengambilan foto pernikahan sedikit berbeda, dalam pengambilan foto pernikahan tugas fotografer lebih berat di bandingkan dengan pengambilan foto yang lain, terutama bagi yang pertama kali melakukannya karena melibatkan seluruh anggota keluarga mempelai sebagai tanggung jawabnya yang harus di pikul dalam pengambilan foto.

Dos Donts for Wedding photography

Do’s & Don’ts for Wedding photography

1. Tonjolkan Keunggulan

Setiap pasangan pengantin memiliki beragam karakter. Masing-masing punya sisi unik, dan masing-masing punya gambaran tersendiri tentang pernikahan impian mereka. Sempatkan untuk bicara dan cari tahu latar belakangnya, serta apa yang mereka inginkan dari kita.

Silakan utarakan idealiasme dan bicarakan bagaimana Anda meng-handle para pasangan. Tak perlu sungkan. Lebih baik jelas di depan daripada banyak complain di kemudian hari.
Anda dipilih oleh calon klien karena mereka tertarik. Makanya, jangan berkecil hati untuk menonjolkan keunggulan Anda.

2. Pencitraan dan Branding

Sudah jelas tantangan di dunia fotografi pernikahan sangat besar. Kita tahu, customer/ klien hanya akan menggunakan jasa kita satu kali saja, kecuali dia berencana menikah lebih dari sekali dan tetap ingin menggunakan jasa kita.

Oleh karena itu, branding dan pencitraan perlu kita perhitungkan. Ada kemungkinan klien-klien yang pernah kita potret akan menggunakan jasa kita lagi untuk pemotretan bayi mereka, keluarga mereka, atau lainnya.

3. Pastikan dan Hindari

Untuk pemotretan pre-wedding, pastikan Anda menguasai lapangan/lokasi, setidaknya sudah pernah datang sebelum pemotretan. Usahakan jangan sampai kita terlihat bingung di hari pemotretan, jika itu sampai terjadi, bisa-bisa
kita dicap kurang profesional, bahkan bisa menghilangkan mood si calon mempelai, terutama yang perempuan.

Pengurusan izin pemotretan secara mendadak di hari pemotretan, termasuk kebingungan kita mencari spot pemotretan, akan berdampak pada tertundanya waktu eksekusi. Lebih parah lagi bila harus berpindah lokasi dan perlu berjalan jauh. Hindari semua itu.

Menjadi fotografer pernikahan menyadarkan kita akan beragamnya tradisi di Indonesia. Kadang-kadang
di satu keluarga, pemahaman mengenai alur acara adat saja bisa berbeda-beda. Jadi, ada baiknya kita bertanya pada keluarga atau wedding organizer untuk memastikan itu semua. Hindari intervensi bila kita tak ingin mendapat damprat dari keluarga setelahnya.

4. Jaga Kesehatan

Meski memiliki tantangan yang besar, menjadi fotografer pernikahan itu seru, setidaknya karena kita bisa traveling. Namun, tentunya, tidak sekadar itu. Kita harus ingat bahwa sebagai fotografer kita banyak menghabiskan waktu dari persiapan, pemotretan pre-wedding, hingga wedding-nya.

Cara memotret pernikahan tentunya bukan perkara kecil, apalagi ini bukan jenis pekerjaan yang sehari beres. Kalau hanya satu bulan sekali atau dua kali, mungkin masih wajar dan mampu kita lakukan. Tetapi kalau sudah empat sampai tujuh kali dalam sebulan, kita patut memperhatikan kesehatan, karena sepertinya kita bakal tak punya jeda untuk istirahat.

5. Manajemen File Foto Pernikahan

Yang kiranya sangat penting diperhatikan adalah penyimpanan dan keamanan data/file. Sering mendengar cerita-cerita yang menyeramkan soal hilangnya data, entah itu karena masalah teknis atau human error. Berkaitan dengan itu, tak ada salahnya jika kita mencari informasi lebih lanjut mengenai manajemen file.

Menjadi fotografer pernikahan dapat menjadi sebuah tantangan, hal itu juga dapat bermanfaat bagi Anda karena telah memainkan bagian penting dalam membantu pasangan pengantin mengabadikan kenangan berharga mereka sekali seumur hidup.

Semoga artikel fotografi tentang Apa Saja Yang Boleh Dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Fotografi Pernikahan ini bisa berguna bagi Anda yang ingin belajar teknik fotografi selanjutnya.

Advertisement
Apa Saja Yang Boleh Dan Tidak Boleh Di Fotografi Pernikahan | Lensa Kita | 4.5

Klik LIKE bergabung bersama mereka di facebook tipsfotografi.net